Widodo

3 Juta Aplikasi Android Ancam Keamanan Dunia Maya

Sebanyak 3 juta aplikasi android berbahaya dan beresiko tinggi diperkirakan bakan muncul pada tahun ini. Aplikasi tersebut berpotensi menimbulkan masalah keamanan dunia maya itu hasil dari "smart protrction network Tren Micro" selama beberapa rentang waku, Tren Micro merupakan perusahaan perangkat lunak keamanan internet yang mulai beroperasi sejak tahun 1988. Jaringan perlindungan canggih (smart protection network) dari Tren Micro, kata Dhani Bekerja mengumpulkan ancaman aplikasi tersebut dan mengidentifikasikan dengan menganalisis sampai memberikan solusi.

Dhani memproyeksikan perangkat mobile akan rentan terhadap berbagai serangan yang ditargetkan, seperti clickjacking dan watering hole. Clickjacking merupakan ajakan untuk mengeklik akses yang ditautkan ke layanan atau situs tertentu dan kerap disusupi malware.Sementara Watering hole adalah penyusupan malware di menu-menu situs kredibel, seperti Facebook.

Konsultan memperjualan Trend Micro, Frensiskus Indromojo, mengungkapkan pada tahun 2014 ancaman penyusupan malware dan pembobolan

Verifikasi dua langkah pada internet banking sudah tidak akan ampuh untuk bisa menahan laju serangan pembobolan data

 

Data juga akan mengarah kepada aktivitas internet bangking. Menurut dia, verifikaasi dua langkah pada internet bangking sudah tidak akan ampuh untuk bisa menahan laju serangan penbobolan data. " Ini karena banyaknya jembatan akses dan juga serangan man in the middle (MMITM),".

Fransiskus menambahkan untuk mengatasi serangan dunia maya pada tahun 2014, perusahaan penyedia layanan harus mengidentifikasi kelemahan sistem keamanan pada produknya. Pasalnya, Modus kejahan dunia maya akan makin canggih beriringan dengan kemajuan teknologi.

Penetrasi Internet rendah

Sementara itu ketua asosiasi penyelenggara jasa internet (APJI) samuel A. Mengatakan penetrasi Internet Indonesia baru mencapai sekitar 28% dari sejumlah penduduk indonesia yang mencapai 248 juta jiwa. Jumlah ini masih dibawah target tuntutan Millenium Development Boals (MDGs) yang disepakati international Telecom Union (ITU) jika separuh penduduk dunia harus melek internet paa 2015 .

Sammuel menjelaskan penggunaan internet pada 2013 hanya sebanyak 71,19 juta orang, angka ini meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 63 juta jiwa, Meskipun demikian pencapaian ini masih dibawah target asosiasi yang memproyeksikan pengguna internet pada tahun 2013 sebanya 81 juta jiwa.

Kepala pusat Infomasi dan Humas kementrian komunikasi dan Informatika dan pemerintah akan membangun 5.800 pusat layanan internet kecamatan di Indonesia serta mobil pusat layanan internet layanan.

 

sumber : new paper



0 Komentar