Widodo

Bahaya Babywalker Bagi Bayi

BabywalkerBahaya Babywalker bagi Bayi - Ketika sang buah hati sudah mulai belajar berjalan, tak sedikit orang tua yang tanggap kemudian langsung membelikan babywalker. Dengan babywalker ini, diharapkan bayi dapat segera lancar berjalan sehingga tahap kembangnya akan cepat terjadi. Namun, akhir-akhir ini banyak sekali berita bahwa babywalker merupakan alat yang memberikan dampak buruk bagi perkembangan bayi. Benarkah rumor ini? agar lebih jelas, berikut akan saya berikan ulasan tentang keamanan dari babywalker.

Pada usia 8 hingga 9 bulan, bayi pada umumnya sudah belajar untuk berdiri. Ada juga yang pada usia itu sudah bisa berdiri sendiri. Jika pada umumnya bayi bisa berdiri pada usia 8 atau 9 bulan, masa belajar berjalan bayi biasanya akan terjadi setelah bayi berumur 9 bulan keatas. Namun hal ini juga tidak dapat dijadikan sebagai patokan, karena perkembangan setiap satu bayi dengan bayi yangg lain tentu memiliki banyak perbedaan.

Tahap berdiri biasana akan membuat anak berpikiran bahwa berpindah tempat dari tempat ia berdiri bukanlah sesuatu yang membahayakan. Itulah yang akhirnya membuat mereka bertekad untuk melangkahkan kakinya. Namun, tak semuanya memiliki sifat yang sama. Jika yang lain cepat ingin belajar berjalan, ada pula bayi yang bersifat lebih santai dan tidak terburu-buru untuk bisa memasuki tahap belajar berjalan.

Kesiapan bayi ini bergantung pada motorik masing-masing. Jadi biarkan bayi siap untuk belajar berjalan kapanpun. Jika anda ngotot kemudian membelikannya babywalker, ini akan memaksa otot pahanya menjadi tidak bekerja dengan semestinya. Hal ini tentu tidak baik jika dibiarkan terus menerus karena akan membuat perkembangan otot bayi menjadi tidak sempurna. Karena alasan itulah, babywalker merupakan alat yang saat ini dilarang digunakan dinegara-negara maju. Disana, anak akan diajari untuk belajar berjalan manual sesuai dengan tanda keinginan belajar yang ditunjukkan oleh bayi.

Nah, atas dasar kenyataan diatas, tentu anda sebagai orang tua tidak boleh lagi memaksa anak untuk segera bisa berjalan. Semua memiliki masa sendiri-sendiri yang merupakan tahap perkembangan otaknya. Biarkan mereka berkembang sesuai dengan perkembangan motorik nya.

Penulis Rizky Mahrizal (Rizkyzone.com | Blogger Tulungagung)



Artikel Terkait

0 Komentar