Widodo

Facebook Digugat Bayar Rp 120 Juta

Perusahaan jejaring social terbesar di dunia, Facebook, diduga memata-matai terkait privasi data penggunanya. Baru-baru ini media social buatan Mark  Zuckerberg itu menghadapi gugatan atas tuduhan  menjualan data pengguna untuk meraih keuntungan.


Gugatan tersebut mengklaim ketika pengguna berbagi link website tertentu kepada pengguna yang lain memalui layanan pesan pribadi, Facebook memata-matai aktifitas dan profil si pengirim. Hal itu membuat Facebook dtuduh melakukan penyadapan secara sistematis kepada pesan ataupun data penggunanya, yang kemudian dimanfaatkan untuk meraup keuntungan dengan membagikan data pengguna tersebut kepada para agrrerator data, perusahaan iklan dan perusahaan pemasaran.


Namun Facebook, menyangkan semua tuduhan itu dengan alas an tuduhan-tuduhan tersebut tidak berdasar. “kami akan bertahan menghadapi tuduhan-tuduhan dengan penuh semangat” kata facebook. Gugata tersebut menuntut Facebook memberikan ganti rugi sebesar 100 dollar AS atau Rp 1,2 perhar dar setiap gugatan Pelanggaran. Facebook digugat untuk membayar sekitar 10 ribu dolar AS atau Rp 120 juta untuk setiap pelanggaran yang dimata-matai. Gugatan itu diajukan wal minggu ini. Hasil penelitian independen tersebut mengklaim facebook telah mengamati isi dari pesan pribadi penggunanya, sementara pengamatan tersebut tidak terkait fasilitas transmisi perpesanan. “ Mewakili kepada para pengguna pesan yang berasal dri Facebook adalah hal yang bersifat privasi telah menciptakan keuntungan tersendiri bagi Facebook,” kata peniliti independen tersebut.


Lembaga pebelitian tersebut mengatakan, “Hal ini terjadi karena pengguna percaya mereka berkomunikasi menggunakan layanan gratis tanpa diawasi sehingga pengguna cenderung untuk membagi data-data pribadi mereka  tanpa mereka sadari  kegiatan mereka tersebut sedang dimata-matai.”
“ Dengan demikian, Facebook memosisikan dari sebagai data-data profil penggunanya, yang tidak memiliki para aggredator data lainya,” Namun dalam kasus ini ada pihak lain yang muncul membela pihak facebook.

sumber : news paper
 



0 Komentar