Widodo

Menyangkal Bencana

Bencana alam silir berganti menyelimuti negeri ini. Belum selesai gunung sinabung kemaren gunung kelud memuntahkan abu vulkanik hingan menyebar keseluruh jawa. Sebagian dari warga terheran-heran, tiba-tiba saja kedatangan abu tanpa paham darimana asalnya.

Keheranan ini terjadi karna tidak semua orang paham potensi bencana yang ada didaerah mereka. Hanya sedikit orang yang paham jika di Jawa Timut terdapat banyak gunung berapi yang sesekali bisa batuk dan memuntahkan abu vulkanik. Ketiaktahuan menandai sedikitnya menandai sedikitnya kepedulian mereka terhadap alam. Semestinya mereka paham dengan baik potensi bencanayang ada agar keika terjadi bencana tidak ada korban jiwa sebagai dampak dari keganasan alam.

Tidak hanya untuk gunung berapa, tetapi longsor, banjir dan ragam bencana yang terkait dari kondisi alam, tak semua warga paham potensi bencana. Bahkan tidak sedikitpun yang secara sengaja melakukan pencemaran lingkungan, pembalakan liar, penegangan pohon, secara serampagangan, serta sekedar membuang sampah ketempat sampah aja tidak bisa. Ketidak pedulian warga terhadap lingkungan, berpotensi besar terhadap lahirnya bencana. Tetapi, siapa peduli..? tanggung jawab ini seolah hanya milik pemerintah. Akibatnya, warga hanya bisa mengeluh dan mengadukan nasib. Selebihnya pola tingkah mereka tetap sama. Minimnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kadang-kadang malah beralasan sebab desakan ekonomi, seperti tindakan penebangan pohon sembarangan lantaran tidak punya uang. Akhirnya menjual pohon agar bisa bertahan hidup.

Pada konteks ini, kita harus memahami potensi bencana sebagai bagian dari pola tingkah manusia yang keliru dalam memaknai kebebasan yang diberikan Tuhan padanya agar upaya penyelesaianya menjadi jelas, Selama ini masih banyak orang yang beranggapan jika bencana alam yang terjadi merupakan bentuk kekesalan Tuhan pada manusia lantaran banyaknya orang yang berbuat maksiat.

Benarkan Tuhan akan murka karena manusia sudah banyak yang tidak taat..? Tentu saja tidak. Tuhan itu tidak bergantung pada manusia. Berbuat baik atau jahat, Tuhan tetap maha pengasih dan penyayang yang tidak mungking akan meluluhlantakkan manusia begitu saja. Kasih sayang tuhan itu tidak terlampaui karena sangking besarnya.

Logika Bencana

Logika yang bisa kita gunakan untuk mengurai problem ini dengan menempatkan dosa atau kejahatan manusia sebagai pangkal dari setiap peristiwa yang memilukan yang terjadi belakanag ini.

 

sumber: lampost



Artikel Terkait

0 Komentar