Widodo

Mewaspadai Pintu Masuknya Setan

Hati manusia ibarat sebuah benteng. Setan adalah musuh yang selalu ingin memasuki benteng itu. Manusia tidak mampu menahan gempuran setan kecuali dengan penjagaan pada pintu masuk atau celah yang bisa dimasuki setan.

Maka dari itu, kita harus tahu apa saja pintu-pintu masuk setan. Dan berikut ini paparan singkatnya (dalam Tazkiyatun Nufus, Said Hawwa, Robbani Press, hlm. 155):

KEBODOHAN
Orang yang bodoh tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana ibadah dan mana bid’ah. Bisa saja mereka bersalah tapi merasa benar, atau apa yang dilakukannya adalah bid’ah tapi dianggap ibadah. Allah berfirman “Katakanlah: ‘Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatantanya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuata sebaik-baiknya’.” (QS. Al-Kahfi : 103 - 104)

MARAH
Iblis pernah menampakan diri kepada Nabi Musa seraya berkata, “Wahai Musa, jauhilah marah! Karena saya dengan mudah bisamempermaikan orang yang pemarah, seperti anak kecil mempermaikan bola.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin: 178). Dan Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan. Dan sesungguhnya seyatan itu diciptakan dari api. Dan sesungguhnya api hanya bisa dipadamkan dengan air. Apabila salah seorang dari kaliah marah, hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Daud)

CINTA PUJIAN
Ziyad bin Abu Muslim berkata: “Tidaklah seseorang mendengar pujian atau sanjungan atas dirinya, kecuali syetan akan datang menggodanya.” (Wiqayatul Insan: 223). Seorang ulama salaf berkata, “Barasiapa yang bangga dengan pujian, maka syetan akan punya celah untuk masuk dalam dirinya/” (Wiqayatul Insan: 224). Ada seseorang ulama’ yang dipuji oleh seseorang, lalu ia berkata kepada orang tersebut, “Seandainya dosa saya berbau busuk maka tidak ada seorang pun yang sanggup mendekati saya.” (Wiqayatul Insan: 222).

MENURUTI HAWA NAFSU
Rasulullah bersabda, “Tidak beriman seseorang sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” (Hadits shahih diriwayatkan Nawawi di kita Al-Hujjah). Sebagian ulama’ berkata: “Allah membekali malaikatnya dengan akal tanpa syahwat, dan membekali hewan dengan syahwat tanpa akal, dan membekali anak manusia dengan akal dan syahwat. Barangsiapa yang akalnya mengalahkan syahwatnya, maka ia lebih baik dari malaikat. Dan barangsiapa yang syahwatnya mengalahkan akalanya, maka ia lebih buruk dari hewan.” (Adabun Dunya wad Din: 13).

ANGKUH DAN SOMBONG
Allah berfirman. “Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS. Al-Mukmin: 35). Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian orang yang menjadi penghuni neraka? Setiap orang yang keras kepala, angkuh dan sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan masih banyak lagi pintu-pintu yang harus ditutup rapat oleh seorang muslim agar tidak dijadikan sebagi lalu lalangnya syetan untuk masuk ke dalam dirinya. Di antaranya adalah riya’, ujub, (bangga diri), rakus, kikir atau pelit, panjang angan-angan, cemas dan resah, buruk sangka, mabuk dunia, menghina sesema muslim, menyepelekan dosa, merasa aman terhadap adzab Allah dan putus asa terhadap Rahmat-Nya.

”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka segera ingat (kepada Allah). Maka mereka pun jadi bisa mereka melihat (kesalahan-kesalahan mereka)” (QS. Al A’raf 201). Semoga Allah menjauhkan kita semua dari prilaku-prilaku buruk tersebut. Amin.



0 Komentar