Widodo

Pacific Rim 2013

Kehidupan manusia terancam oleh ekspansi dan serangan makhluk asing nampak memang sudah menjadi bagian dari film-film Hollywood. Biasanya, makhluk asing datang menyerang dari luar angkasa, kehidupan yang tidak terdeteksi sebelumnya, dari satu-satunya planet yang dapat dihuni manusia. Di dalam film Pacific Rim, kehadiran makhluk asing berasal masih dari dalam bumi. Melalui sebuah lubang terobosan yang menghubungkan dasar bumi dengan dunia makhluk yang dinamakan Kaiju berhasil menembus permukaan bumi dan menciptakan teror dalam kehidupan manusia. Hong Kong, Manila, San Francisco, Tokyo, dan beberapa kota lainnya menjadi korban serangan dari para Kaiju. Serangan dari Kaiju terhadap kota-kota dekat pesisir ini membuat beberapa negara bergabung untuk membuat robot penyelamat bertekhnologi tinggi yang dilengkapi dengan berbagai senjata seperti meriam, pistol, dan pedang. Robot yang dinamakan Jaegers (Jerman: Pemburu) ini harus dikendalikan oleh dua orang pilot yang memori otak keduanya dapat saling terhubung satu sama lain, juga dengan mesin robot. Yancy dan Raleigh Becket, merupakan Becket Bersaudara yang menjadi pasangan pilot Jeigers. Aksi keduanya terkenal karena berhasil melumpuhkan beberapa macam Kaiju yang sudah muncul di permukaan bumi. Naasnya pada penyerangan terhadap Knifehead, kaiju jenis 3 membuat sang kakak Yancy, mati dan aksi mereka menjadi pilot Jaegers terhenti. Kalahnya Jaegers pada saat itu masuk dalam perhitungan beberapa kepala negara untuk menghentikan proyek Jaegers dan menggantinya dengan pembangunan benteng untuk menghambat serangan Kaiju. Pihak militer di bawah pimpinan Stacker Pentecost (Idris Elba) yang menjadi pengendali Jaegers melakukan tindakan perlawanan dengan mempertahankan keberadaan Jaegers dan melakukan penelitian terhadap Kaiju di Hongkong. Pada saat inilah aksi antara robot Jaegers dengan kaiju yang nyatanya terus berkembang semakin menarik. Ditambah lagi dengan kembalinya Raleigh Becket (Hunnam), kehadiran satu-satunya pilot perempuan Mako Mori (Rinko Kikuchi), pasangan pilot ayah dan anak, dan aksi komikal dari peneliti Kaiju, ahli perhitungan matematika melengkapi tim perang menunda kiamat terhadap teror yang disebabkan para Kaiju. Bukan hal yang aneh bagi Del Toro menghadirkan kisah mitos dan makhluk-makhluk semacam monster dalam filmnya. Kali ini Del Toro beserta Travis Beacham, menulis naskah dan mengambil ide cerita dari tokoh monster yang berasal dari mitos di Jepang, Kaiju atau yang dikenal juga dengan Godzila. Sehingga sangat mendukung penampilan Kaiju yang sangat berbau monster ala Jepang. Besarnya monster yang harus dihadapi manusia, membuat benang merah mengapa harus diciptakan robot seperti Jaegers untuk dapat mengimbangi kekuatan seekor monster. Lain halnya dengan beberapa film bertema mirip yang sama-sama menggunakan robot sebagai penyelamat, Jeigers tidak terlalu mencolok ditunjukkan sebagai pahlawan atau penyelamat. Ia bukan robot yang mentereng dan dielu-elukan masyarakat ketika mereka diselamatkan. Dalam Pacific Rim robot ini benar-benar berfungsi sebagai sebuah kendaraan yang digunakan manusia untuk bertarung melawan Kaiju. Seolah menunjukkan bahwa robot hanyalah robot, secara tekhnologi ia dikembangkan, namun pada akhirnya kebermanfaatan dan kemampuan yang dimiliki robot tersebut bergantung pada manusia, sebagai pilot yang mengendarai mereka. Hal tersebut jadi menunjukkan sisi yang lebih rasional dan humanis dari sebuah robot. Bagaimana robot akan terlihat dapat beraksi lebih natural karena ada di bawah kendali otak manusia. Keseimbangan pun ditunjukkan dengan salah satu jenis Jeigers yang masih bersifat analog, dalam artian ia masih bersifat manual. Gipsy Ranger, Jeigers asal Amerika Serikat, akhirnya menjadi pahlawan dari segala Jeigers yang ada karena hanya ia satu-satunya yang bisa dioperasikan kala sumber energi dihancurkan oleh Kaiju. Ditambah ketika aksi heroik Jeigers yang sudah lemah karena dibawa ke batas atmosfer oleh Kaiju, lagi-lagi sebuah senjata dengan pengoperasian manual dapat menyelamatkannya beserta dua orang pilot di dalamnya. Pada akhirnya Jeigers dari Amerikalah yang muncul sebagai pahlawan. Dari segi cerita film ini tidak terdapat unsur yang begitu luar biasa, masih seputar cerita yang kental dengan heroiknya Amerika dalam menyelamatkan dunia. Namun Del Toro berhasil mengemas alur semuanya dengan apik. Bagaimana nuansa aksi, horor, dan humor bisa berpadu dan hadir pada titik-titik adegan yang tepat. Dengan kemasan 3D/IMAX aksi-aksi yang disuguhkan dalam Pacific Rim memang jadi lebih seru. Selain itu, Del toro cukup memperlihatkan banyak hubungan manusia seperti adik dan kakak, anak kehilangan keluarga, ayah angkat dengan putrinya, dua orang peneliti yang seringkali bertentangan, ayah dan putranya yang senantiasa tidak akur. Namun upaya rekonsiliasi muncul sedikit demi sedikit. Pacific Rim semakin meneguhkan bagaimana manusia itu perlu menepikan ego untuk bisa sedikit lebih memahami satu sama lain, membentuk kekuatan yang lebih untuh dengan berpartner dan bukan bekerja sendiri. beberapa film yang muncul pada musim ini, Pacific Rim dengan genre sci-fic adalah tawaran lain setelah beberapa waktu lalu bioskop diramaikan oleh film-film berbau kepahlawanan dan upaya menyelamatkan kehidupan. Aksi-aksi dan tiadanya adegan seksual di dalamnya membuat film ini cenderung lebih aman untuk dapat ditonton oleh anak-anak. Judul: Pacific Rim Genre: Action Sci-Fi Adventure Fantasy Sutradara: Guillermo del Toro Penulis naskah: Travis Beacham, Guillermo del Toro Distributor: Warner Bros. Pictures Pemain: Charlie Hunman Idris Elba Rinka Kikuchi Charlie Day Burn Gorman Max Martini Clifton Collins Jr. Ron Perlman Sumber : http://www.tempo.co



Artikel Terkait

0 Komentar