Widodo

Pengorbanan Rasulullah Istri Dan Shabat Demi Agama Islam

Pengorbanan Rasulullah, Istri  Dan Shabat Demi Agama Islam

Sahabat yang dimuliakan Allah s.w.t

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada suaminya. Kepada Nabi s.a.w

Untuk perjuangan agama ini. Dua per tiga kekayaan kota mekkah milik Khadijah

Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat

Tidak ada kafan yang digunakan untuk menutubi jasad Khadijah

 

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu

Adalah pakaian yang sudah sangat kumuh

Dengan 83 tambalan

Diantaranya dengan kulit kayu

 

Dikisahkan

Suatu hari Nabi s.a.w pulang dari pada Dakwah islam

Ketika pulang masuk ke dalam rumah biasa Khadijah menyambut

Berdiri di depan pintu

Ketika Khadijah hendak berdiri menyambut

Nabi s.a.w berkata, “wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu”.

 

Ketika itu Khadijah sedang menyusukan Fatimah yang ketika itu masi bayi

Sahabat yang di muliakan Allah Ta’ala

Kerena begitu pengorbanan Nabi dan Khadijah untuk agama ini

Untuk bagaimana hari ini kita mengenal Allah Ta’ala

Untuk bagaimana hari ini kita mengenal Sholat

 

Sahabat yang di muliakan Allah Ta’ala

Seluruh kekayaan mereka telah habis

Sehingga ketika Fatimah menyusu

Bukan air susu yang keluar akan tetapi darah..

Darahlah yang keluar yang masuk dalam mulut Fatimah RA.

 

Maka Nabi s.a.w telah mengambil ini Fatimah dan diletakkan di tempat tidur.

Gantilah Nabi s.a.w berbaring di pangkuan Khadijah yang

lelah seusai berjumpa dengan manusia dalam berdakwah

dengan menghadapi caci, maki , fitnah manusia ketika itu..

Nabi tertidur.. ketika itulah Khadijah dengan belaian kasih saying

Membelai kepala Nabi s.a.w.. tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Nabi s.a.w

Nabi pun terjaga.. “wahai Khadijah. Kenapa engkau menangis?”.

“adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muahammad?”

“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan..”

“..tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua orang telah menjauhi dirimu”

“seluruh kekayaanmu habis”

 

“Adakah engkau menyeasal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad..?”

 

Khadijahpun berkata

“Wahai suamiku. Wahai Nabi Allah”

“Bukan itu yang kutangiskan”

“Dahulu aku memiliki kemuliaan..”

“.. kemuliaan itu aku serahkan untuk Allah dan RosulNya”

“Dahulu aku memiliki kebangsawanan..”

“.. kebangsawanan itu aku serahkan untuk Allah dan RosulNya”

“Dahulu aku memiliki harta kekayaan..”

“..seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RosulNya”

“wahai Rosululloh”

“sekarang aku tak punya apa-apa lagi”

“Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agam ini”

“wahai Rosululloh.. sekiranya aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai”

“sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan”

“engkau hendak menyebarangi sungai.. dan engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan”

“.. maka engkau galilah lubang-lubang kuburku, kau galilah kuburku , engkau ambilah tulang belulangku”

“kau jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu untuk jumpa dengan manusia”

 

“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah”

“Ingatkan mereka kepada yang hak”

“ajak mereka kepada Islam, wahai Rosululloh”

 

Sabahabat yang dimuliakan allah Ta’ala

Seorang Nabi yang agung, seorang istri yang agung , suami istri berpelukan sambil menangis memikirkan agama ini.

Allahuakbar..

 

Sahabatku… Agama tersebar, hari ini kita kenal Allah. Tidak dengan mudah sahabatku yang mulia..

Agama sampai di kehidupan kita, agama sampai kekampung kita.

Agama masuk kedalam rumah-rumah kita, agama sampai ke dalam hati kita..

Bukan dibawa oleh burung, bukan dibawa oleh angin.. bikan di bawa oleh sungai yang mengalir

 

Akan tetapi dibawa oleh pengorbanan Nabi dan para sahabat,

Diabawa oleh perjuangan para janda sahabat,

Dibawa oleh pengorbanan yatim-yatim para sahabat

 

Sahabatku yang dimuliakan Allah Ta’ala

Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka

Apa yang kita jawab dihadapan Allah kalaulah kita jumpa dengan Allah Ta’ala

Apa yang kita jawab dihadapan Nabi kalau kita jumpa Nabi s.a.w

Apa yang akan kita jawab kalau kita berjumpa dengan Abu Bakar

Yang telah menghabiskan seluruh harta bendanya untuk agama ini

Apa yang akan kita jawab sahatku sekalian..

 

Kalau wanita-wanita bertemu dengan sahabiah-sahabiah yang telah mengorbankan

Suami-suami mereka syahid dijalan Allah..

Apa yang akan kita jawab..

 

Bagaimana jika kita bertemu dengan yati-yatim para sahabat

Yang telah merelakan untuk perjuangan agama ini

 

Sahabatku yang dimuliakan Allah

Agama ini tidaka akan tersebar dengan tulisan-tulisan

Agama pun tidak tersebar dengan hanya berbicara

Agama tidak akan pernah terwujud dalam kehidupan kita

Tanpa pengorbanan diri kita..

Sudah menjadi syarat agama akan terwujud melalui pengorbanan

Agama akan tersebar, hidayah akan tersebar keujung-ujung dunia

Melalui pengorbanan



0 Komentar