Widodo

Tangis Haru Ani Yudhoyono Saat Perpisahan SBY

Saat Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) keluar dari pintu istana kepresidenan, Senin (20/10/2014) sekitar pukul 15.15 WIB, kebanyakan masyarakat terlihat tetap sibuk dengan aksi foto-foto.

Namun, di sisi timur istana merdeka, terlihat sekelompok masyarakat yang tengah menanti SBY meninggalkan istana kepresidenan yang sudah sepuluh tahun ditempatinya.

SBY dan Ani Yudhoyono serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terlihat keluar dari pintu Istana Merdeka. Awalnya, saat menuruni anak tangga SBY dan Ani serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terlihat masih tegar.

Langkah mereka pun menuju barisan paduan suara yang berada di pintu timur istana merdeka. Alunan lagu "Pantang Mundur", mengalun menambah suasana perpisahan semakin mengaharu.

Alunan lagu itu mengiringi perpisahan SBY. Di ujung pintu timur, terlihat para ibu Persit Kartika Chandra dan Dharma wanita Polri yang dikomandoi oleh istri panglima dan Kapolri.

Seikat kembang disampaikan Isteri panglima dan Kapolri kepada Ani Yudhoyono. Seucap kata Terimakasih atas hati SBY dan Ani Yudhoyono selama sepuluh tahun memimpin bangsa ini pun menyertai bunga yang disampaikan.

Langkah pun berlanjut hingga di depan jalan merdeka utara. Barisan para perwira tinggi, menengah dan pertama serta Bintara dan Tamtama Polri dan TNI menghantar kepergian SBY.

Perjalanan SBY menuju mobil yang akan membawanya pulang ke kediamannya di puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat semakin pelan. Karena banyak warga dan staf kepresidenan yang telah lima hingga sepuluh tahun ini menemani SBY dan keluarga ingin bersalaman.

Air muka Ani yudhoyono terlihat mulai terlihat sendu. Mencoba kembali tegar, demikian yang dilakukan Ani Yudhoyono. Namun, tetesan air mata itu pun berlinang dari isteri SBY ini. SBY masih terlihat tegar.

Ketika ingin menaiki tangga mobil, terlihat sejumlah Staff kepresidenan memakai blazer hitam berlari mendekati Ani Yudhoyono, sembari berseru "Pak SBY, ibu Ani, terima kasih".

Mereka pun mencoba mendekati dan bersalaman dengan Ani Yudhoyono. Saat mereka sampai di pinggir pintu mobil, Ani Yudoyono pun meraih tangan mereka untuk bersalaman.

Rasa haru dan sedih berpisah dengan SBY dan Ani Yudhoyono tak bisa mereka sembunyikan. "Bu Ani, Terima kasih. Terima kasih banyak atas segalanya selama ini," tangis mereka membuat Ani Yudhoyono tak mampu menahan lagi linangan air matanya.

Meskipun mobil SBY dan Ani Yudhoyono sudah berjalan, sejumlah staf kepresidenan itu pun enggan melepaskan jabat tangannya dengan Ani Yudhoyono. Melihat aksi itu pun, air mata Ani Yudhoyono terus berlinang. SBY pun larut tak mampu menahan tangisnya melihat apa yang sedang disaksikannya itu.

Jabat tangan itu pun harus berakhir kala pasukan pengamanan Presiden (Paspampres) meminta para Staff kepresidenan itu untuk berhenti. Laju mobil SBY dan Ani Yudhoyono meninggalkan istana kepresidenan.

Rasa haru baik oleh para staf kepresidenan dan Ani Yudhoyono masih tetap terlihat. Tangis Ani Yudhoyono masih terlihat di dalam mobil. Dan para staf kepresidenan itu masih tetap terlihat menangis di sisi jalan Merdeka Utara sembari menyaksikan mobil SBY dan Ani Yudhoyono berlalu.

Sumber : tribunnews.com



0 Komentar