Widodo

Ujian Nasional SD Dihapus

 

Keberhasilan pendidikan di SD tidak bisa hanya dilihat dari kelulusan ujian nasional (UN). Keberhasilan sesungguhnya adalah bagaimana pihak sekolah memberi pemahaman berpikir, bersikap, tata laku anak, serta mempersiapkan anak didik menuju kedewasaan berpikir

Periode kedua pemerintahan Presiden Susiolo Bambang Yudhoyono dan Kabinet jilid II begitu getol melakukan perubahandan pembenahan. Berkali-kali dijumpai di media cetak dan elektronik nasional kebijakan-kebijakan terkesan berani dan reponsf menjawab kebutuhan dari setiap mayarakat di ijilid terakhir pemerintah kabinet , di antaranyaaspek pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dan menjadi sorotan, setelah menjalani panjang dan rumitnya perdebatan.

Mulai tahun ajaran 2013-2014, Ujian Nasional sekolah dasar (SD) resmi ditiadakan. Hal ini diperkuat dengan peraturan pemerintah (PP) No.23 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditandatangani Presiden Reoublik Indonesia.

Penghapusan UN di jenjang SD/MI ini sejalan dengan penerapan kurikulum 2013 yang di implementasikan tahun ajaran 2013-2014, mulai pada juli yang lalu. Sementara pertimbangan penghapusan UN SD/M Iterkait dengan kerangka dasar wajib, Wajar 9 Tahun.

Dengan demikian, mulai tahun depan anak-anak SD tidak lagi akan direpotkan dengan UN, Namun, UN jenjang SMP dan SMA tetap akan ada seperti biasa. Penghapusan ini ada kaitanya dengan program wajib belajar 9 Tahun dan kurikulum 2013 yang mulai diterapkan tahun ini. Adanya penghapusan UN SD ini akan meletakkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya ke sekolah.

 

sumber : surat cetak



0 Komentar